Kisah Gadis yang Berbeda
Judul Buku : Ayah,
Mengapa Aku Berbeda?
Penulis : Agnes
Davonar
Desain cover : Wira
Imaji Nyata
Editor by : Cepi
Komara
Penerbit : Inandra
/ IntiBook Publisher
Jl. Taman permata indah no. 6
Jl. Taman permata indah no. 6
Tanggal Terbit : Jakarta, April 2014
Tebal : viii + 223 halaman
ISBN :
978-979-056-136-6
Buku Ayah, Mengapa
Aku Berbeda? Merupakan karya dari Agnes Davonar. Angnes Davonar adalah keluarga
bersaudara penulis. Agnes Davonar telah melahirkan delapan novel fisik dan dua
biografi sukses diakui di beberapa Perpustakaan Universitas Asia dan Australia
sebagai koleksi resmi. 4 dari novelnya telah diadaptasi ke layar lebar, seperti
novel ini yang berjudul Ayah, Mengapa Aku Berbeda?. Pembaca akan dibawa ke
dalam kehudpan menjadi gadis tunarungu.
Kisah hidup gadis yang tunarungu ini menjadi topik utama dalam yang
dihadirkan dalam buku tersebut. Agnes Davonar mengemas kisah bukunya secara
apik dan rapi, dengan efek kejut di akhir cerita dan terdapat kata-kata
motivasi yang menyadarkan pandangan banyak kalangan.
Agnes lahir di
Jakarta, 8 Oktober, sedangakan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus. Mereka
berdua besar dalam lingkunagan seni dan membentuk sebuah blog. Kini Agnes
melanjutkan kehidupannya di Amerika Serikat dan Davonar melanjutkan kuliahnya
di Universitas Tarumangara.
Novel ini
diadaptasi ke layar lebar dengan disutradarai oleh Findo purwono dan di
perankan oleh beberapa aktris terkenal sehinggga aktingnya tidak diragukan
lagi. Film ini tanyang di salah satu stasiun televisi Indonesia dan mendapat
sambutan hangat dari masyarakat.
Novel Ayah, Mengapa
Aku Berbeda adalah salah satu karya sastra dari Agnes Davonar yang menceritakan
perjuangan gadis bernama Angel yang tunarungu sejak lahir.. Ibunya meninggal
saat melahirkan Angel sehingga ia tidak pernah melihat ibunya sejak lahir. Sekarang, Angel tingga dengan ayah dan
neneknya yang datang dari jakarta. Saat Angel lahir, suka dan duka harus di
hadapi ayah Angel. Angel baru diketahui tunarungu saat berumur tiga tahun. Ayah
dan neneknya harus berjuang keras merawat Angel. Untuk mengerti bahasa, angel
diajarkan bahasa tangan. Ayah dan neneknya ikut belajarbahasa tangan sehinggga
hanya ayah dan neneknya yang mengerti keinginan Angel. Berbagai rintangan harus
di hadapi Angel waktu kecil.
Saat bersekolah di sekolah luar biasa, guru
Angel menyarankan agar Angel bersekolah di sekolah umum lainnya karena Angel
pintar dengan anak lainnya. Akan tetapi, saat umur Angel 9 tahun neneknya
meninggal dunia karena serangan jantung sehingga Angel dan ayahnya pindah ke
Jakarta. Angel sedih karena harus pisah denagn teman-teman dan guru-guru yang
ia sayangi, tetapi ayah pasti sudah mengatur dengan masa depan Angel di kota
barunya ini. Di rumah itu, ayah Angel membuka toko roti seperti yang dilakukan
nenek Angel dulu.
Ayah Angel berusaha
keras untuk membuat Angel sama seperti anak sekolah lainnya agar mau diterima
di sekolah umum. Di sekolah barunya itu, Angel mendapat sahabat bernama Hendra,
tetapi juga harus mulai menerima kenyataan bahwa tidak semua orang mau menerima
kondisinya yang cacat itu. Agnes adalah musuh Angel.Angel selalu mendapat
hinaan dari Agnes dan teman-temannya, tetapi ia tidak pernah patah semangat. Di
tengah kesedihan itu, ia menemukan sesuatu dalam hidupnya, Angel memiliki bakat
bermain piano walau mustahil baginya untuk mendengar suara yang ia mainkan.
Akan tetapi, ia tetap berusaha. Bakat bermain piano, didapatkannya dari ibu dan
ayahnya. Dahulu, ibu angel memang seorang pemain piano berbakat. Angel
berkesempatan tampil di konser yang diadakan sekolah satu bulan mendatang.
Berbagai
cobaan,hinaan, dan siksaan yang dihadapi Angel demi tampil di konser tersebut
karena ayahnya yang sedang sakit menunggu agar Angel tampil. Sahabatnya Hendra
harus pergi, sehingga Angel berjuang sendiri dari siksaan Agnes dan
kawan-kawannya. Walaupun sering disakiti Agnes, Angel tidak pernah
memberitahukan ayahnya, karena untuk menghadapinya adalah dengan sabar dan
bertahan. Saat akan tampil di panggung, Agnes dan kawan-kawannya mengerjai
Angel dengan meriasnya seperti nenek sihir agar Angel malu untuk tampil. Akan
tetapi, demi ayahnya yang sedang sakit jantung itu, Angel tetap ingin tampil.
Semua penonton menertawakannya, tetapi saat jari Angel mulai memainkan piano
semua terkesima. Saat selesai tampil di panggung, suara riuh tepukan penonton
dan tangis haru menjadi satu. saat itu pula ayah Angel hadir walau harus duduk
di kursi roda. Angel menangis sambil memeluk ayahny, karena Angel mengerti
mengapa ia terlahir berbeda. Tuhan ingin ia ada di dunia ini untuk melengkapi
kesempurnaan yang Ia ciptakan dan menjadi orang yang kuat dalam keadaan dan
kondisi apapun.
Kelebihan novel ini
mengandung kata-kata motivasi. Pembaca diajarkan untuk menerima keterbatasan
yang dimiliki dan terus berusaha dengn kekurangan yang dimiliki. Seperti Angel,
semangatnya yang luar biasa dapat dijadikan contoh walaupun terus dihina oleh
orang lain dan disiksa. Dengan sabar Angel menghadapi teman-teman yang
membencinya dan menginginkan Angel untuk keluar dari klub music, tetapi karena
akan cintanya kepada piano membuat Angel tatp bertahan sehingga segala cara
dilakukan teman-temannya. Angel tetap bertahan hingga ia tampil di konser musik
dan diberi sambutan meriah oleh semua penonton. Selain itu, novel ini tidak
terlau tebal sehingga tidak membuat pembaca cepat bosan. Dengan bahasa yang
mudah dipahami, membuat pembaca hanyut dalam cerita. Akan tetapi, kelemahan
novel ini adalah di cover depan dan belakang terdapat tulisan chocolatos yang
membuat cover novel menjadi kurang menarik dan terdapat sifat Agnes yang tidak
boleh ditiru.
Novel Ayah, Mengapa
Aku Berbeda menggambarkan banyak kisah perjuangan hidup gadis tunarungu dengan
keterbatasan yang ada. Novel ini dapat dijadikan panutan untuk terus berusaha
dengan keterbatasan yang ada. Novel ini mengandung banyak kata motivasi yang
mengharukan. Bahasa yang mudah dipahami memudahkan pembaca untuk hanyut ke
dalam suasana cerita. Dengan membaca novel ini, pembaca akan mengetahui
pandangan hidup tokoh dan mungkin dapat membantu masalah pembaca. Jadi, apakah anda
berniat membaca novel ini?
Bagian – Bagian Resensi
Kisah
Gadis yang Berbeda ===è judul resensi
Judul Buku : Ayah,
Mengapa Aku Berbeda?
Penulis : Agnes
Davonar
Desain cover : Wira
Imaji Nyata
Editor by : Cepi Komara
Penerbit : Inandra / IntiBook Publisher
Jl. Taman permata indah no. 6
Tanggal Terbit : Jakarta, April
2014
Tebal : viii + 223 halaman
ISBN : 978-979-056-136-6
Pendahuluan : P1, P2, dan P3
Isi : a. Ulasan isi : P4, P5, P6, dan P7
b. Kelebihan
dan Kelemahan : P8
Penutup :
P9
Keunggulan novel :
1.
Mengajar
pembaca untuk dapat menerima keterbatasan yang dimiliki
2.
Mengajak
pembaca untuk terus berusaha dengan kekurangan yang dimiliki.
3.
Novel
tidak terlau tebal sehingga pembaca tidak cepat bosan
4.
Bahasa
yang mudah di pahami
Kekurangan novel :
1.
Mengandung
tokoh Agnes yang memiliki sikap tidak terpuji
2.
Pada
bagian cover novel seharusnya tidak dilampirkan tulisan chocolatos dan
mempromosikan film sehingga membuat cover kurang menarik
Unsur intrinsik :
1.
Tema
: perjuangan hidup gadis tunarungu sejak lahir
2.
Tokoh
: Angel, ayah Angel (Martin), Agnes, Hendra, nenek Angel
3.
Penokohan
:
a.
Protagonis
(tokoh utama) : Angel gadis tunarungu yang baik, semangat, penyabar, dan
pintar.
b.
Ayah
Angel (Martin) : sosok yang selalu menyemangati Angel sejak kecil dan baik
hati.
c.
Antagonis
: Agnes gadis kaya yang jahat dan selalu bersikap kasar pada Angel.
d.
Pendamping
: Hendra sahabat Angel yang selalu menemani Angel di sekolah.
e.
Nenek
Angel : nenek yang baik hati selalu sabar merawat Angel sampai beliau meninggal
dunia.
f.
Ibu
Katrina : guru piano Angel di sekolah.
4.
Latar
:
a.
Tempat
: di rumah, kelas, panggung, ruang musik, toko roti, rumah sakit, mall, kantin
sekolah, taman bermain, parkiran sekolah, gudang, kamar
b.
Waktu
: keesokan harinya, lima tahun kemudian,beberapa minggu setelah meninggalnya
nenek, saat aku terbangun,siang itu, pada hari-hari selanjutnya, dll.
c.
Suasana
: sedih (dengan tangis, ibu meninggalkan kemewahan miliknya) mengharukan
(keharuan yang muncul di ruangan ini makin tercipta saat melihat ayah ikut
menangis dan mencoba menenangkanku) bahagia (dan yang paling membahagiakan adalah Hendra tiba-tiba datang
ke rumah Angel dengan penuh senyuman) tegang (perawat yang mereka sebut suster
itu mendekatiku. Aku menjadi ketakutan) marah (semua terdiam dan berhenti
bermain mendengar suara nenek yang cukup terlihat marah di wajahnya)
d.
Amanat
: keterbatasan fisik tidak menjadi masalah dalam hidupnya.
e.
Alur
: taraf pengenalan, taraf klimaks, taraf penyelesaian.
f.
Alur
: majemuk (maju mundur)
Unsur ekstrinsik :
a.
Nilai
sosial : berteman dengan siapa saja tanpa membedakan keterbatasan fisik
b.
Pandangan
hidup : kita dapat mengambil pelajaran bahwa Tuhan yang menentukan, saya yang
menjalani, dan orang lain yang mengomentari. Terus berusaha dengan keterbatasan
yang ada.


0 komentar:
Posting Komentar