Sabtu, 30 September 2017

Resensi, Ayah mengapa aku berbeda?

Edit Posted by with No comments
Kisah Gadis yang Berbeda
Oleh : Ni Luh Putu Wulandari
Judul Buku : Ayah, Mengapa Aku Berbeda?
Penulis : Agnes Davonar
Desain cover : Wira Imaji Nyata
Editor by : Cepi Komara
Penerbit : Inandra / IntiBook Publisher
Jl. Taman permata indah no. 6       
Tanggal Terbit : Jakarta, April 2014
Tebal : viii + 223 halaman           
 ISBN : 978-979-056-136-6

Buku Ayah, Mengapa Aku Berbeda? Merupakan karya dari Agnes Davonar. Angnes Davonar adalah keluarga bersaudara penulis. Agnes Davonar telah melahirkan delapan novel fisik dan dua biografi sukses diakui di beberapa Perpustakaan Universitas Asia dan Australia sebagai koleksi resmi. 4 dari novelnya telah diadaptasi ke layar lebar, seperti novel ini yang berjudul Ayah, Mengapa Aku Berbeda?. Pembaca akan dibawa ke dalam kehudpan menjadi gadis tunarungu.  Kisah hidup gadis yang tunarungu ini menjadi topik utama dalam yang dihadirkan dalam buku tersebut. Agnes Davonar mengemas kisah bukunya secara apik dan rapi, dengan efek kejut di akhir cerita dan terdapat kata-kata motivasi yang menyadarkan pandangan banyak kalangan.
Agnes lahir di Jakarta, 8 Oktober, sedangakan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus. Mereka berdua besar dalam lingkunagan seni dan membentuk sebuah blog. Kini Agnes melanjutkan kehidupannya di Amerika Serikat dan Davonar melanjutkan kuliahnya di Universitas Tarumangara.
Novel ini diadaptasi ke layar lebar dengan disutradarai oleh Findo purwono dan di perankan oleh beberapa aktris terkenal sehinggga aktingnya tidak diragukan lagi. Film ini tanyang di salah satu stasiun televisi Indonesia dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda adalah salah satu karya sastra dari Agnes Davonar yang menceritakan perjuangan gadis bernama Angel yang tunarungu sejak lahir.. Ibunya meninggal saat melahirkan Angel sehingga ia tidak pernah melihat ibunya sejak  lahir. Sekarang, Angel tingga dengan ayah dan neneknya yang datang dari jakarta. Saat Angel lahir, suka dan duka harus di hadapi ayah Angel. Angel baru diketahui tunarungu saat berumur tiga tahun. Ayah dan neneknya harus berjuang keras merawat Angel. Untuk mengerti bahasa, angel diajarkan bahasa tangan. Ayah dan neneknya ikut belajarbahasa tangan sehinggga hanya ayah dan neneknya yang mengerti keinginan Angel. Berbagai rintangan harus di hadapi Angel waktu kecil.
 Saat bersekolah di sekolah luar biasa, guru Angel menyarankan agar Angel bersekolah di sekolah umum lainnya karena Angel pintar dengan anak lainnya. Akan tetapi, saat umur Angel 9 tahun neneknya meninggal dunia karena serangan jantung sehingga Angel dan ayahnya pindah ke Jakarta. Angel sedih karena harus pisah denagn teman-teman dan guru-guru yang ia sayangi, tetapi ayah pasti sudah mengatur dengan masa depan Angel di kota barunya ini. Di rumah itu, ayah Angel membuka toko roti seperti yang dilakukan nenek Angel dulu.
Ayah Angel berusaha keras untuk membuat Angel sama seperti anak sekolah lainnya agar mau diterima di sekolah umum. Di sekolah barunya itu, Angel mendapat sahabat bernama Hendra, tetapi juga harus mulai menerima kenyataan bahwa tidak semua orang mau menerima kondisinya yang cacat itu. Agnes adalah musuh Angel.Angel selalu mendapat hinaan dari Agnes dan teman-temannya, tetapi ia tidak pernah patah semangat. Di tengah kesedihan itu, ia menemukan sesuatu dalam hidupnya, Angel memiliki bakat bermain piano walau mustahil baginya untuk mendengar suara yang ia mainkan. Akan tetapi, ia tetap berusaha. Bakat bermain piano, didapatkannya dari ibu dan ayahnya. Dahulu, ibu angel memang seorang pemain piano berbakat. Angel berkesempatan tampil di konser yang diadakan sekolah satu bulan mendatang.
Berbagai cobaan,hinaan, dan siksaan yang dihadapi Angel demi tampil di konser tersebut karena ayahnya yang sedang sakit menunggu agar Angel tampil. Sahabatnya Hendra harus pergi, sehingga Angel berjuang sendiri dari siksaan Agnes dan kawan-kawannya. Walaupun sering disakiti Agnes, Angel tidak pernah memberitahukan ayahnya, karena untuk menghadapinya adalah dengan sabar dan bertahan. Saat akan tampil di panggung, Agnes dan kawan-kawannya mengerjai Angel dengan meriasnya seperti nenek sihir agar Angel malu untuk tampil. Akan tetapi, demi ayahnya yang sedang sakit jantung itu, Angel tetap ingin tampil. Semua penonton menertawakannya, tetapi saat jari Angel mulai memainkan piano semua terkesima. Saat selesai tampil di panggung, suara riuh tepukan penonton dan tangis haru menjadi satu. saat itu pula ayah Angel hadir walau harus duduk di kursi roda. Angel menangis sambil memeluk ayahny, karena Angel mengerti mengapa ia terlahir berbeda. Tuhan ingin ia ada di dunia ini untuk melengkapi kesempurnaan yang Ia ciptakan dan menjadi orang yang kuat dalam keadaan dan kondisi apapun.
Kelebihan novel ini mengandung kata-kata motivasi. Pembaca diajarkan untuk menerima keterbatasan yang dimiliki dan terus berusaha dengn kekurangan yang dimiliki. Seperti Angel, semangatnya yang luar biasa dapat dijadikan contoh walaupun terus dihina oleh orang lain dan disiksa. Dengan sabar Angel menghadapi teman-teman yang membencinya dan menginginkan Angel untuk keluar dari klub music, tetapi karena akan cintanya kepada piano membuat Angel tatp bertahan sehingga segala cara dilakukan teman-temannya. Angel tetap bertahan hingga ia tampil di konser musik dan diberi sambutan meriah oleh semua penonton. Selain itu, novel ini tidak terlau tebal sehingga tidak membuat pembaca cepat bosan. Dengan bahasa yang mudah dipahami, membuat pembaca hanyut dalam cerita. Akan tetapi, kelemahan novel ini adalah di cover depan dan belakang terdapat tulisan chocolatos yang membuat cover novel menjadi kurang menarik dan terdapat sifat Agnes yang tidak boleh ditiru.
Novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda menggambarkan banyak kisah perjuangan hidup gadis tunarungu dengan keterbatasan yang ada. Novel ini dapat dijadikan panutan untuk terus berusaha dengan keterbatasan yang ada. Novel ini mengandung banyak kata motivasi yang mengharukan. Bahasa yang mudah dipahami memudahkan pembaca untuk hanyut ke dalam suasana cerita. Dengan membaca novel ini, pembaca akan mengetahui pandangan hidup tokoh dan mungkin dapat membantu masalah pembaca. Jadi, apakah anda berniat membaca novel ini?

















Bagian – Bagian Resensi
Kisah Gadis yang Berbeda ===è judul resensi
Oleh : Ni Luh Putu Wulandari ===è identitas buku
Judul Buku : Ayah, Mengapa Aku Berbeda?
Penulis : Agnes Davonar
Desain cover : Wira Imaji Nyata
 Editor by : Cepi Komara       
                                                  Penerbit : Inandra / IntiBook Publisher
                                                 Jl. Taman permata indah no. 6          
                                                 Tanggal Terbit : Jakarta, April 2014
                                                 Tebal : viii + 223 halaman
                                                 ISBN : 978-979-056-136-6
Pendahuluan : P1, P2, dan P3
Isi : a. Ulasan isi : P4, P5, P6, dan P7
       b. Kelebihan dan Kelemahan : P8
Penutup : P9
Keunggulan novel :
1.      Mengajar pembaca untuk dapat menerima keterbatasan yang dimiliki
2.      Mengajak pembaca untuk terus berusaha dengan kekurangan yang dimiliki.
3.      Novel tidak terlau tebal sehingga pembaca tidak cepat bosan
4.      Bahasa yang mudah di pahami
Kekurangan novel :
1.      Mengandung tokoh Agnes yang memiliki sikap tidak terpuji
2.      Pada bagian cover novel seharusnya tidak dilampirkan tulisan chocolatos dan mempromosikan film sehingga membuat cover kurang menarik
Unsur intrinsik :
1.      Tema : perjuangan hidup gadis tunarungu sejak lahir
2.      Tokoh : Angel, ayah Angel (Martin), Agnes, Hendra, nenek Angel
3.      Penokohan :
a.       Protagonis (tokoh utama) : Angel gadis tunarungu yang baik, semangat, penyabar, dan pintar.
b.      Ayah Angel (Martin) : sosok yang selalu menyemangati Angel sejak kecil dan baik hati.
c.       Antagonis : Agnes gadis kaya yang jahat dan selalu bersikap kasar pada Angel.
d.      Pendamping : Hendra sahabat Angel yang selalu menemani Angel di sekolah.
e.       Nenek Angel : nenek yang baik hati selalu sabar merawat Angel sampai beliau meninggal dunia.
f.       Ibu Katrina : guru piano Angel di sekolah.
4.      Latar :
a.       Tempat : di rumah, kelas, panggung, ruang musik, toko roti, rumah sakit, mall, kantin sekolah, taman bermain, parkiran sekolah, gudang, kamar
b.      Waktu : keesokan harinya, lima tahun kemudian,beberapa minggu setelah meninggalnya nenek, saat aku terbangun,siang itu, pada hari-hari selanjutnya, dll.
c.       Suasana : sedih (dengan tangis, ibu meninggalkan kemewahan miliknya) mengharukan (keharuan yang muncul di ruangan ini makin tercipta saat melihat ayah ikut menangis dan mencoba menenangkanku) bahagia (dan yang paling  membahagiakan adalah Hendra tiba-tiba datang ke rumah Angel dengan penuh senyuman) tegang (perawat yang mereka sebut suster itu mendekatiku. Aku menjadi ketakutan) marah (semua terdiam dan berhenti bermain mendengar suara nenek yang cukup terlihat marah di wajahnya)
d.      Amanat : keterbatasan fisik tidak menjadi masalah dalam hidupnya.
e.       Alur : taraf pengenalan, taraf klimaks, taraf penyelesaian.
f.       Alur : majemuk (maju mundur)
Unsur ekstrinsik :            
a.       Nilai sosial : berteman dengan siapa saja tanpa membedakan keterbatasan fisik
b.      Pandangan hidup : kita dapat mengambil pelajaran bahwa Tuhan yang menentukan, saya yang menjalani, dan orang lain yang mengomentari. Terus berusaha dengan keterbatasan yang ada.





0 komentar:

Posting Komentar